Jarak

Rabu, 11 April 2018 by lele
by lele

Chase

Aku takut. Kenapa harus takut? Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Apa yang kuharapkan terjadi? Aku juga tak tahu. Dia sangat berharga untukku. Aku sangat ingin memeluknya, tapi jarak kami sama halnya dengan sang utara dan sang selatan. Apakah dia juga menganggap aku penting baginya? Aku tak tahu. Bolehkah aku berharap begitu? Tanganku tak memiliki keberanian cukup untuk menekan huruf hingga serangkaian kata dan kalimat.

*

Meg

Aku takut. Aku tak suka kehilangan. Rasanya menyesakkan. Tapi aku tak tahu apa yang Tuhan tulis dalam skenarioku. Dan aku tak tahu, kenapa aku harus mengalami ini, berkali kali. Dia sangat berharga untukku. Jarak kami sama halnya dengan sang timur dan sang barat. Aku tak tahu, apakah dia juga menganggap aku penting baginya? Rasanya aku tak cukup sudi untuk berharap begitu.

*

Chase

Aku masih tak percaya, bahwa saat ini aku tepat di depannya. Menatap warna matanya yang gelap namun penuh binar. Selaras dengan rambutnya yang juga gelap hitam pekat sebahu. Senyumnya lebih menyenangkan saat aku melihatnya secara langsung. Sunguh, aku ingin memeluknya.

*

Meg

Berkali-kali aku menampar pipi. Berharap bahwa ini bukanlah mimpi. Dan ya, aku masih tak percaya saat ini aku tepat di depannya. Rambutnya pirang, warna matanya abu-abu terang. Tinggiku sebatas pundaknya. Aku harus mendongak saat menatap matanya. Sungguh, aku ingin memeluknya.

*

"Kau pendek sekali."
"Bukankah kau yang terlalu tinggi?"
"Lihat, kau sangat pendek."
"Lepaskan tanganmu dari kepalaku."
"Hei, kau ingat?"
"Apa?"
"Kau bilang kelemahanmu adalah belaian."
"Hentikan itu, Chase."
"Kau kalah!"
"Berhentilah tertawa!"
"Aku tau kelemahanmu yang lain."
"A, apa?"

*

Chase

Ia pendek, tapi enerjik. Banyak bicara, dan selalu tersenyum lebar. Dia adalah teman yang sangat berharga untukku, dan aku sangat menyayanginya. Apa aku boleh berharap lebih dari saat ini? Aku tak tahu. Aku tak tahu harus berkata apa lagi. Aku memeluk dirinya yang mungil.

*

Meg

Ia tinggi dan penuh pemikiran. Penyabar dan selalu punya lelucon. Dia adalah teman yang sangat berharga untukku, dan aku sangat menyanyanginya. Baiklah, katakan aku berharap lebih dari saat ini, tapi aku ini apa? Aku tak tahu harus berkata apa lagi. Aku tenggelam dalam dekapannya yang besar dan hangat.


wednesday 11/4
10:34 pm