Tak Datang dan Tak Pergi

Rabu, 04 April 2018 by lele
Dia adalah matahari terbenam.
Aku adalah gadis yang sedang berlari.
Kenapa berlari? Padahal kau bisa jalan!
Baiklah, sekali lagi.

Dia adalah matahari terbenam.
Dan aku adalah gadis yang sedang berlari.
Tunggu, bukan berlari menghindari matahari terbenam!
Aku sangat takut dengan kegelapan.
Dan kini kegelapan sedang mengejarku.
Bukan, bukan! Kami tidak sedang kejar-kejaran!

Si matahari terbenam tak pernah melihat ke belakang.
Aku tak mau terbenam dalam kegelapan!
Aku mau diriku terbenam bersama matahari terbenam!
Hei, matahari terbenam, apa kau tak mendengarku?!

__

Kegelapan puas.
Aku ada dalam dekapannya.
Rasanya sesak dan sakit! Dingin!

Apakah dia akan datang?
Apa boleh aku berdoa?
Kenapa dia tak mendengarku?
Bagaimana bisa aku mengejar dia?
Apakah dia benar-benar pergi?

Oh, tunggu, siapakah dia?
Nampak seperti dia, namun kini tak memunggungi?
Pun kegelapan, kini ia yang berlari menjauh!
Bukankah dia yang disebut sebagai, matahari terbit?

__


"Aku datang."
"Sungguh? Kau datang? Apa ini mimpi?"
"Apa kau berharap aku ini mimpimu?"
"Yah, kau adalah mimpiku, yang hanya muncul saat mata terpejam."
"Bukan itu maksudku."
"Lalu apa?"
"Aku ini mimpimu, mimpi."
"Aku tahu itu."
"Kau ingin jadi apa dalam impianmu?"
"Orang pertama yang membangun istana pasir di bulan."
"Kau ingin membangun apa dalam impianmu?"
"Gedung superhero."
"Kau ingin aku bagaimana dalam impianmu?"
"Huh?"
"Jawablah."
"Aku ingin kau ini nyata."
"Jadi apa kau masih menganggapku sebagai mimpi belaka?"
"Orang datang dan pergi."
"Untukku kau tiada tara. Untukmu aku tiada tara."
"Apa yang kau bicarakan?"
"Aku tau kau tak ingin kupergi. Kau tau aku tak ingin kau pergi."
"Aku tak bilang begitu."
"Matamu memandang, tapi ia berbicara."
"Aku takut."
"Aku tahu. Kutuklah aku jika aku menghilang."
"Tetaplah,"
"Apa?"
"Tetaplah disni. Sungguh."
"Kau telah memintaku, barusan."
"Lalu?"
"Permintaan dikabulkan."
"Aku hanya ingin teman."
"Aku disini, selamanya."
"Terima kasih."


wednesday 4/4
9:10 pm