menghargai diri sendiri
Sabtu, 24 Maret 2018
by lele
di keluargaku, aku jarang banget atau bahkan nggak pernah diajari dan dikasih pengetahuan tentang memoles diri. itu karena emang mamaku adalah orang yang cuek, sederhana, dan selalu tampil apa adanya. meski mamaku nggak se-wow atau ter-make-up kayak beberapa ibu-ibu yang ada, tapi masakannya jos banget, super sedap, dan terkenal di kalangan temen-temenku dan ibu-ibu tetangga. ok, kembali lagi. efek dari semua itu bikin aku nggak ngerti apa-apa tentang make up atau bahakan ngerawat diri. apalagi, sifat bocah yang masih melekat kuat di aku ini masih susah hilang juga, which means, I don't really care about my appearance.
di sma ini, aku nemuin banyak temen dengan beragam sifat, karakter, dan pemikiran. nggak kayak di smp yang masih didominasi sama perasaan kompetitif yang tinggi satu sama lain dan diri kita yang masih dilatar belakangi kuat oleh para guru. di sma ini berbeda. aku dituntut untuk berdiri sendiri walau memang masih juga disokong kuat oleh para guru, namun di lingkungan baru ini aku dituntut untuk lebih realistis, mandiri, dan juga dewasa. eits, ini baru di sma. aku belum bayangin kalo pas kuliah dan di dunia kerja yang lebih menantang dan keras. well, that's literally harder, definitely. eh, kok jadi nggak nyambung ya? ahahah, oke deh, balik lagi.
tapi semua hal itu ada hubungannya dengan apa yang bikin aku sadar kali ini. awalnya, saat kelas 10, aku nggak sengaja gabung dengan 'sekelompok' cewek yang menurutku mereka ini lit, ter-make-up, dan juga ter-update. and well yeah, I was so nerd and just a full-of-laughter-kiddo, so it was hard to keep 'em topics up, yang sebelumnya aku ini lebih suka ngamatin orang, aku terpaksa harus ikut ngobrol juga dengan mereka. dan saat itu, karena harus adaptasi di lingkungan baru, dan aku juga saat itu belum bisa berbaur dengan baik, apalagi ramah, jadi first impression-ku saat itu adalah cewek yang pendiem dan kalem. padahal, saat smp aku ini adalah cewek tergabisa diem dan banyak omongnya. yah, itu adalah hal yang dialami orang-orang saat baru kenal dengan aku yang 'pendiem' ini.
oke, selanjutnya adalah, dan sebagai first impression-ku terhadap mereka, aku menganggap mereka ini cewek-cewek yang cuma bisa ngerawat diri tapi nggak bisa ngerawat lingkungan sekitar, itu adalah pemikiran kasar dan sempitku pada saat itu. ok, well, honestly, I was once embarrassed when I was walking with them to the canteen, toilet, or anywhere. why? it was because I was feeling inferior. dan aku takut dengan pendapat orang yang kalau misalnya mereka bakal bilang, 'ih kok dia numpang famous ya?' dan bla bla bla. dan alasan terbesarnya adalah, aku nggak bisa mengimbangi mereka. dan emang sebetulnya aku nggak harus mengimbangi mereka, karena aku adalah aku.
![]() |
| pemikiran itu luas choy, bahkan hutan ini belom cukup luas untuk dikatain luas. hehe, paham nggak sih :-p by the way, itu foto pas lagi touring. |
selain itu, saat itu aku berpikiran sempit dan cuma satu sisi aja. aku nganggep mereka sebagai cewek-cewek yang cuma suka nggosip dan cuma ngejar gaul semata. okay, let's just call me rude and jerk. namun, seiring berjalannya waktu, aku mulai mahamin mereka. aku mulai ngerti dan paham kalau mereka bukanlah sekedar cewek-cewek penggosip dan cuma ngejar kesenangan semata.
dan kemudian suatu waktu, aku berpikir dan 'bercermin'. emangnya aku ini apa? kenapa aku menilai mereka tanpa denger dan mahamin mereka secara individu? dan dulu aku menilai mereka secara keseluruhan dan cuma dari outer mereka aja. dan aku sadar, aku udah berpikir sempit. aku nggak berpikir luas. semakin aku kenal mereka, aku belajar banyak dari mereka. walau emang mereka suka nggosip dan percaya rumor-rumor yang bahkan mereka nggak kenal siapa yang mereka gosipin, tapi aku ngambil sisi positifnya mereka. mereka nggak seburuk yang aku pikirkan. dan justru saat itu akulah yang paling buruk, karena aku berpikiran sempit dan cuma ngenilai mereka dari luarnya. aku cuma berpikir tentang dirku sendiri, dari sisiku. and I realized that it was not only about me, but groups. it was complex. dari mereka, aku belajar cara menghargai diri sendiri. atau lebih tepatnya, menghargai diri sendiri adalah dengan aku merawat penampilanku. walau emang penampilan bukanlah nomor satu, tapi itu tetep penting. nggak cuma tentang penampilan, aku juga belajar pentingnya membela diri secara mental dari mereka. mereka adalah cewek-cewek yang berani dan punya public speaking yang bagus. mereka berani bicara di depan, dan berani ngelawan saat sesuatu itu emang salah. the point is, besides about how to appreciate my self or which means my physic, I learned how to appreciate my self mentally.
dan di sma ini aku juga belajar bahwa, world cannot change just for you dude, you have to change your self. ini emang rumit untuk diartiin, karena artinya luas banget. haha, oiya, quote itu aku dapet dari temen yang berhubungan erat dengan postinganku kali ini. kalo semisal dia baca ini suatu saat, pasti langsung ngerti deh kalau waktu itu dia bikin quote itu waktu lagi ngbrol sama aku, hahaha. ok, enough for today. see you when I see you!
saturday 24/3
8:24 pm
Tags
daily
