[Judul Hanya Ada di Akhir]
Senin, 20 April 2020
by lele
Hai Li
Apa kabarmu
Kamu dipenuhi ombak pikiran yang tak kunjung mereda
Tiap malam bagai hantu yang abadi
Mata hanya terpejam namun tak mau terlelap
Aku hanya ingin terlelap
Tapi pikiran ini sendiri bingung
Seolah ada masalah sebesar alam semesta yang mengarungi isi kepala
Ratusan ribu mengapa telah menguras habis tenaga berpikirku
Mengapa mengapa mengapa
Seolah tiga ratus enam puluh lima malam menjadi trauma
Selalu membawa pertanyaan besar
Jawaban sungguh tak ada sekalipun
Aku hanya ingin terlelap begitu kuperintah tubuh untuk tidur
Semua itu perkara sepele
Aku tak pernah mau dan tak pernah pula didatangi sesuatu yang menghunjam perairan hidupku yang tenang
Namun kini seolah badai, petir, dan ombak besar tak mau berhenti berdansa
Sebetulnya ini adalah perkara mudah
Tapi manusia memang suka mempersulit
Diri suka mempersulit
Tiada melankolis antara lisan dan pikiran
Berucap mengapa bagai menjawab pertanyaan Tuhan di akhir hayat
Aku yang kau sebut banyak bicara dan pertanyaan yang mengusik jiwa kecilmu
Hei
Aku berpikir
Seperti mesin waktu tiada ujung
Apakah benar
Apakah benar perihal langkah yang telah kuambil
Tidak
Bahkan salah atau benar, apakah itu penting?
Diri tiada arah ini
Ah
Semua yang kuucap dalam senyap
Adalah reinkarnasi satu kata, bingung
