Ialah Ramalan Tepat yang Pedih

Selasa, 06 April 2021 by lele

 Perhitungan ini selalu menjadi ramalan tepat yang menyakitkan. Mau atau tak mau pun, segala analisa harus ditelan dalam-dalam. Lalu, terjadinya naik-turun emosi yang terbilang pasti. Sebab ruh ini telah mampu menakar semua perasaan yang akan terjadi sebagai akibat yang diterima. Dia sudah menghitung, karena pada dasarnya manusia punya rasa jenuh dalam kalbunya. Dia sudah menghitung, dalam satu minggu lagi atau satu tahun lagi, bahwa sedikit demi sedikit yang diamatinya itu buta akan kebosanan. Ada sedemikian banyaknya kekurangan yang dia miliki, pun ada sedemikian besarnya kelebihan yang dia miliki. Kekurangan dalam dirinyalah yang tak bisa memenuhi apa yang diamatinya. Juga kelebihan dalam dirinyalah yang tak lekas membuat apa yang diamatinya pergi begitu saja. Ada mungkin sekitar seribu alasan bagi apa yang diamatinya untuk tidak pergi dari ruhnya. Tapi manusia hanyalah manusia. Cepat atau lambat, apa yang diamatinya akan mencari sebuah awal, yang sudah lama tak terjadi.

Ruh ini, dengan apa yang diamatinya, akan tak pernah kemana. Ruh ini, dengan apa yang diamatinya, akan tak tergugah sedikitpun insannya. Walau seribu atau sejuta permata ditawarkan pada ruh ini, kukuh hatinya tak akan meremang. Setara dengan shiba yang loyal, itulah ruh ini. Hanya untuk apa yang diamatinya.

at kokoon
6/21
8.01 p.m.