Kita Semua Dimabuk Yang Datang
Syukur!
Sibuklah semua masing-masing orangku.
Syukur!
Tenggelamlah semua masing-masing sayangku.
Syukur!
Hanyutlah semua masing-masing kawanku.
Tiada lagi rumitnya resah gelisah para penggemar akal yang kacau. Berat otak pun lengser dalam bawah sadar terdalam, diganti oleh yang datang dengan bunga-bunga bak musim semi yang subur nan makmur.
Kita semua sedang lupa daratan. Kita semua sedang hilang ingatan. Sukmamu itu, yang ada dalam tubuh ceking atau bunting tak berisi itu, sedang lupa dengan betapa nyatanya ombak-ombak alam nyata yang telah lama menghantam dua dekademu.
Bukannya tiada, ombak-ombak itu akan terasa kembali jikalau kamu telah terbangun dari bunga tidur yang candu itu. Suatu waktu, ada haru-haru yang membuat kamu tersedu-sedu. Ombak-ombak pun akan kamu biarkan menampar kulitmu, walau pedihnya ada hingga ke dalam hati!
Untuk para orangku, sayangku, atau kawanku. Kita semua dimabuk yang datang. Yang pergi, lagi-lagi berkenaan pula memabukkan akal dengan sedu-sedu basi. Lagi-lagi, kamu kembali menjadi penggemar akal yang kacau.