Kenes
Kamis, 06 Juni 2024
by lele
-
Lalu ada Wiku. Wiku Dewi Bhumi. Wataknya yang hangat dan selalu ingin tahu apapun, utamanya soal hewan berbulu dan tulisan tangan manusia. Ia ialah pendengar paling baik tiada padanan manapun. Sayang Wiku Dewi Bhumi tak mendapati genetik ayahnya yang priyayi, juga kulit putih bersih yang didambakan tiap-tiap wanita Jawa. Sawo gosong, itulah bagaimana ia dituduh. Padahal terik mentari tak membikin kulitnya berubah gosong, hanya sawo matang, begitu saja. Kedua kakaknya yang dipuja-puja para pria kekar itu turut mencemooh pula, dikira mereka ia bukan anak dari Tuan Suprabuddhi, ayah mereka semua. Hebatnya Wiku tak mudah kusut hatinya.
Walau begitu, sepanjang tiga windu Wiku bertarung dan berjuang nyatanya ada perasaan gamang yang tidak mampu lenyap. Cemasnya ia bilamana cemooh kedua kakaknya itu betul terjadi. Warna sawo gosong tidak sedap dilirik, apalagi dipandangi lama-lama. Hingga Wiku tumbuh jauh dari keyakinan bahwa sebetulnya ialah wanita anggun nan tangguh dengan paras unik.
